Seminar Online Bareng Kementerian Kesehatan : Cara Beradaptasi Dengan New Normal

October 03, 2020

Nggak terasa ya, hampir 9 bulan ini kita semua di seluruh dunia, dipaksa untuk hidup berdampingan dengan Pandemi Covid-19. Dari mulai pengumuman kasus pertama di bulan Maret 2020, kehidupan kita berubah secara drastis. Dari mulai work from home, school from home, dan pray from home menjadi pilihan utama di kala pandemi. Banyak hal yang membuat kita akhirnya beradaptasi dengan keadaan dan juga untuk mencegah terjadinya penularan virus. Masa pandemi pun menuntut adanya adaptasi kehidupan baru. Masyarakat diharapkan dapat segera melaksanakan aktivitas seperti biasa, tetapi dengan cara yang baru. Covid-19 telah mendorong perubahan kebijakan ekonomi dan politik dunia ke depan.



Presiden Jokowi telah menyampaikan lima arahan terkait adaptasi kebiasaan baru agar masyarakat tetap produktif dan aman dari penularan Covid-19. Pertama, Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya prakondisi yang ketat. Kedua, Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya perhitungan yang cermat dalam mengambil kebijakan yang harus didasarkan data dan fakta di lapangan. Ketiga, Presiden Jokowi mengingatkan soal penentuan prioritas yang harus disiapkan secara matang mengenai sektor dan aktivitas mana saja yang bisa dimulai dan dibuka secara bertahap. Keempat, adanya konsolidasi dan koordinasi antara pemerintah pusat dengan daerah, mulai dari provinsi hingga tingkat RT, serta bergotong royong melibatkan semua elemen masyarakat. Kelima, Presiden Jokowi meminta agar dilakukan evaluasi secara rutin. Presiden terus mengingatkan agar jajarannya tidak lengah terutama karena kondisi di lapangan masih sangat dinamis. Untuk itu, perlu didorongnya perubahan perilaku masyarakat melalui komunikasi publik yang sistematis dan komprehensif untuk “memutus mata rantai Covid-19” dan memastikan masyarakat dapat mengikuti adaptasi kebiasaan baru dengan tetap sehat dan produktif.



Kalau dari sisi aku sendiri, kebetulan aku diberikan rejeki kehamilan tepat satu bulan sebelum masa pandemi. Jadi otomatis, banyak hal yang berubah juga. Dari mulai kontrol kandungan yang hanya 2 bulan sekali. Dan seluruh kelas kehamilan seperti senam, yoga juga parenting class semua transisi menjadi kelas online juga kulwap (via whatsapp). Selain itu, saat melahirkan pun juga diterapkan protokol kesehatan seperti Rapid test, memakai masker dan juga tidak diperkenankan untuk menerima tamu yang menjenguk. Setelah melahirkan juga aku sampai sekarang belum mau menerima tamu yang menjenguk dengan alasan keamanan dan kesehatan bayiku. Akan tetapi aku juga sadar bahwa Pandemi ini memang belum akan usai dalam waktu dekat, makanya walaupun aku baru saja punya Newborn Baby, aku nggak mau kelewatan untuk mengikuti Seminar Online Bareng Blogger “Yuuk Disiplin COVID-19 Ambyar” oleh Kementerian Kesehatan Mengajak Masyarakat Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru. Bersama dengan teman- teman dari Bloggercrony Community dan juga Ditpromkes.




Pemaparan pertama, disampaikan oleh perwakilan dari Ditpromkes, Dr. Riskiyana, M.Kes dengan materi mengenai Covid-19 yang disampaikan secara mendalam. Dari mulai Gejala Klinis, Penularan, Faktor Pendorong Transmisi, Dampak Terhadap Sosial Demografi, Protokol Kesehatan, Serta bagaimana cara beradaptasi terhadap kebiasaan baru. Seluruh slide yang dipaparkan, aku share disini ya agar bisa dibaca :








Kemudian narasumber berikutnya yaitu, Dr. Rose Mini Agus Salim, M.Psi. atau yang akrab dipanggil Bunda Romi, menyampaikan beberapa cara untuk meningkatkan kesadaran diri dalam adaptasi kebiasaan baru, “Pertama, perkuat moral virtue, kenali manfaat 3 M (Menggunakan masker, Menjaga Jarak, Mencuci tangan dengan sabun), terapkan kebiasaan konsisten, dan mulailah dari diri sendiri, lalu bawa pengaruh ke lingkungan Anda agar menjadi contoh untuk lingkungan.”



Selain pemerintah yang berupaya meningkatkan literasi melalui diseminasi informasi positif kepada seluruh lapisan masyarakat untuk dapat mengikuti protokol kesehatan dan beradaptasi dengan kebiasaan hidup baru, peran serta masyarakat, terutama dalam hal ini influencer dan blogger juga punya peran penting. Sebagaimana pemaparan terakhir yang disampaikan oleh Kak Wardah Fajri, Founder dan Mentor Komunitas BloggerCrony, menjelaskan bahwa, “BloggerCrony sebagai salah satu komunitas pun menjadi fasilitator blogger anggota komunitas untuk menyebarkan pesan positif pro kesehatan gerakan nasional #SelaluPakaiMasker di media sosial.”



Tentunya aku merasa apa yang disampaikan dalam seminar online bareng Blogger dan Kementerian Kesehatan ini sangat berharga sekali, dan bisa menjadi pengingat bagi kita semua agar terus waspada dan mengikuti protokol kesehatan. Sambil terus berdoa, agar Pandemi Covid-19 akan bisa teratasi. Terima kasih banyak untuk Kementerian Kesehatan dan juga Bloggercrony Community atas kesempatan ini, semoga kedepannya aku bisa mengikuti seminar online lainnya.





No comments:

Terima kasih sudah meninggalkan komentar! Saya membaca dan membalas semua komentar yang ditinggalkan disini. Mohon maaf, untuk komentar yang memiliki link hidup, bernada melecehkan dan mengandung unsur SARA, akan saya hapus seketika.

Powered by Blogger.