Teman Pumping Terhebat, MOOIMOM Silicone Breast Pump

October 28, 2020

 


Hai semua!


Akhirnya aku ada waktu nih buat nulis pengalaman melahirkan anakku, Allana Mehrunnisa, tanggal 8 September 2020 lalu. Aku memang sudah berniat buat menuliskan pengalamanku karena ingin sharing dan juga sebagai kenang- kenangan. siapa tau someday Allana mau baca pengalaman mamanya melahirkan dia hehehe. Ini memang agak melenceng dari judul tulisan, tapi percayalah ini akan nyambung ke produk yang aku ulas nantinya di tulisan ini. Soalnya prosesnya lumayan cepat dan nggak terprediksi sama sekali. Tapi aku coba ceritain backstory mengenai kehamilanku ya..


Proses Kelahiran Allana


Sebetulnya awal aku hamil sampai trimester kedua itu bisa dibilang ngga ada masalah. Paling sakit pinggang aja, pegel- pegel. Standar pokonya. Akan tetapi masalah mulai datang saat masuk ke trimester 3. Dimulai dari usia kandungan 28 week, aku mengalami infeksi saluran kemih yang lumayan parah dan ngga sembuh sampai menjelang aku melahirkan, juga kaki ku mulai bengkak. Selain itu sempat dideteksi kalau berat janin nya pas- pasan banget, padahal di 28 week itu, aku mengalami kenaikan berat badan yang lebih banyak dibanding bulan- bulan sebelumnya. Sempet pipis berdarah juga bahkan. Lalu  efek dari infeksi yang berkelanjutan, di usia kandungan 35 week, aku sempet mengalami kontraksi dini, dan bukan kontraksi palsu. Jadi terpaksa dikasih obat buat menahan kontraksinya agar Allana bisa dilahirkan di usia 38 week. Dan kemudian terdeteksi kalau berat janinku sudah besar, yaitu 3.6kg di saat usia kandunganku 35 week dan lingkar kepalanya juga besar, jadi aku harus mulai memikirkan opsi operasi caesar. Sejujurnya, soal proses melahirkan aku netral, dibilang pro normal ngga, pro caesar ngga, pro natural birth juga ngga. Menurutku semua sama baiknya soalnya, yang penting semua keputusan yang dilakukan demi keselamatan ibu dan bayi.


Kemudian, aku mau fast forward di H-2 menjelang melahirkan, tanggal 6 September 2020, pagi- pagi aku mengalami mulas nonstop dan perut kencang. Tapi masih sangat mild dan tolerable jadi aku pikir selama belum keluar bercak darah atau mules berkelanjutan lebih baik aku dirumah aja dulu. Karena bisa aja kontraksi palsu. Aku bahkan masih sempet maskeran, keramasan dirumah + catok rambut, terus ke Dunkin Donut dan kerumah tanteku untuk silaturahmi. Sesampainya dirumah, aku juga sempet sembelit parah, tapi bisa ditangani dengan minum susu dan yogurt. Mulesnya? masih berasa tentu saja. Tapi datang dan pergi gitu, jadi aku memutuskan masih aman buat dirumah, dan buat retouch eyelash extension dengan cara home visit dari beauticiannya  dan juga maskeran!! LOL. Aku share footage nya disini ya:


Maskeran H-1 melahirkan :





Ke Dunkin Donut :




Retouch bulumata di @_lashbydefa (home service) :




Kemudian, H-1 menjelang melahirkan  7 September 2020, dan aku kembali melakukan USG, yaitu saat usia kandunganku memasuki 38 week. Di USG terakhir, berat janinku terdeteksi 3.3kg yang mana aku kaget. "Kok bisa turun ya" aku ngebatin gitu. Kemudian pas aku tanya ke Obgyn, dijawab kalau berat bayi mungkin turun karena aku diet makanan manis selama 2 minggu terakhir sebelum kontrol (atas saran obgyn tentunya). Jadi melihat kondisi berat janin yang masih 3.3kg, obgynku bilang akan diusahakan melahirkan per vaginam dan dijadwalkan induksi pada tanggal 11 september 2020. Tapi sebelum pulang, Obgynku nyuruh aku untuk periksa dalam. Aku masih santai nih, aku pikir "ah paling sama aja kaya USG Transvaginal". Eh ternyata KOK SAKIT DAN NGGAK NYAMAN YA KAKAK... HAHAHAHA. Setelah aku cari tau, ternyata prosesnya memang memasukkan 2 jari kedalam vagina untuk cek pembukaan sudah berapa dan juga untuk memancing kontraksi. Setelah beberapa menit periksa dalam, akhirnya aku diminta untuk pulang dan kembali kalau mengalami kontraksi.


Kontrol H-1 sebelum melahirkan. Malamnya jam 10 pecah ketuban : 





Little did i know aku memang sudah kontraksi beneran dan sudah pembukaan 1 sejak tanggal 6 September. Yes, ternyata emang udah kontraksi dan ada pembukaan. Dan Obgynku juga udah tau saat aku USG di tanggal 7 September. Cuma aku ngga dikasih tau, mungkin karena masih awal banget kan jadi daripada pasiennya panik yaudah diliat dulu aja progressnya gimana. Long story short, setelah USG dan balik kerumah, sampai dirumah aku mulai ngerasa nggak nyaman. Susah jelasin ngga nyamannya, kaya mules terus lebih pegel. Hamil udah 9 bulan emang udah serba salah sih mau jalan, duduk atau tidur dan balik badan cuma ini kaya 3x lebih ngga nyaman dibanding yang aku rasain biasanya. Jadi seharian aku super cranky deh, mau tidur siang aja udah ngga bisa. Akhirnya tapi aku bisa tidur lebih awal saat malam, yaitu jam 7 malam. Dan aku bersyukur banget karena tiba- tiba jam 10 malam, lagi pules tidur, aku merasa kaya ada dorongan dari pinggul kebawah. Kaya ada sesuatu yang mau keluar. Jadi antara sadar dan ngga aku turun dari tempat tidur, mau jalan ke kamar mandi karena mau ngecek apaan nih yang aku rasa mau keluar. Belom juga sampai buka pintu, tau- tau keluar air deres banget alias pecah ketuban. Langsung deh panik 1 rumah. Aku juga panik, soalnya dari yang aku baca harusnya kan ketuban ngga pecah di awal. Jadi aku dibawa ke klinik bersalin Kehamilan Sehat Cipondoh, tempat praktek Obgynku dan tempat aku berencana melahirkan, saat itu juga dalam keadaan panik. Sampai disana drama dimulai (aku yang drama maksudnya haha).


Masuk ruang bersalin di Kehamilan Sehat dalam keadaan bulumata cetar tapi pake daster -- jujur udah siapin dress, tapi BUBAR RENCANANYA BUBAARR HAHAHAHA  :



Karena pas sampai langsung di periksa dalam, aku pikir "haduh apa- apaan nih ketuban udah pecah, udah super ngga nyaman, basah terus di bagian bawah masih mau diobok- obok pake jari lagi???". Tapi ternyata emang harus dilakukan jadi yauda aku pasrah aja sambil mengaduh- aduh dan terpusing- pusing soalnya dari ruangan sebelah ada jeritan dan tangisan sesama bumil yang lagi kontraksi menunggu kelahiran. Hasil dari pemeriksaan itu aku masih pembukaan 3. Jadi aku disuruh tidur supaya ada tenaga untuk mengejan saat melahirkan. Kemudian jam 9 pagi aku diperiksa lagi, ternyata pembukaannya nggak maju. Sebetulnya dari semalam aku udah bilang ke suamiku, kalau sampai Obgyn datang nggak maju juga pembukaannya aku minta di operasi caesar aja, aku ogah di induksi hahaha. Jadi terjadilah perdebatan disitu antara aku- mama dan suamiku. Setelah perdebatan alot, dan Obgyn dateng akhirnya aku manut di induksi dengan catatan kalau malam ini ngga lahir juga langsung caesar.


Dan, setelah hampir 24 jam berlalu, ternyata kontraksi dan pembukaan mentok di pembukaan 3. Padahal aku udah kesakitan guling- guling efek induksi. Dan udah mulai nangis setelah sebelumnya masih bisa nggak nangis waktu baru masuk 1x obat induksi. Jadi, jam 6 sore aku dirujuk ke Rumah Sakit Ibu dan Anak Muhammadiyah Cipondoh, dan dilakukan tindakan operasi caesar. Berhubung hanya bius lokal, ya aku tau proses sejak awalnya karena aku dalam keadaan sadar. Dan aku diruang operasi sendirian, ngga ditemani suami karena protokol disana tidak memperbolehkan. Deg- degan sih, tapi prosesnya cepet banget. Tau- tau Allana lahir, dan tau- tau seruangan operasi heboh karena anakku ternyata besar banget, beratnya 4,6kg-- jauh dari prediksi 3,3kg. Langsung aku bilang "aduh dokter untung aja saya caesar" hahahahha. Kemudian setelah selesai operasi aku langsung dibawa ke ruang recovery, kemudian dibawa ke kamar untuk istirahat.


Sebelum masuk ruang operasi, muka + rambut udah ga karuan. Mules pol : 


Dan lahirlah Allana setelah berjuang 20 jam :

MengASIhi


Nah, lalu masalah mulai disini. Karena aku melahirkan secara caesar jadi aku nggak IMD. Dan setelah menyusui pertama kali, ASI-ku terbilang sedikit, dan puting sebelah kiriku juga agak datar. Jadi hanya bisa menyusui disebelah kanan. Akhirnya aku berusaha dengan minum ASI booster, kemudian rajin pumping dan rajin Direct Breast Feeding (DBF). Hasilnya memang ngga terlalu signifikan tapi setidaknya aku masih tetap bisa mengASIhi. Dan tentu saja aku berencana untuk seterusnya mengASIhi sampai minimal 6 bulan dan jika memungkinkan sampai usia Allana 2 tahun. Akan tetapi, tentu saja dibalik semua kebahagian punya anak, dan bisa bonding dengan mengASIhi, aku juga ngalamin yang namanya puting lecet. Jadii aku happy banget pas Mooimom kirimin aku Silicon Breast Pump nya!. FYI, produk Silicon Breast Pump dari Mooimom adalah salah satu produk best sellernya loh. Nah aku mau Review Mooimom Silicone Breast Pump berdasarkan pengalamanku yaa.






 

Unboxing dan Review Mooimom Silicon Breast Pump







Awalnya aku kira Silicone Breast Pump dari Mooimom ini tuh buat nampung tetesan- tetesan ASI aja. Eh setelah aku baca- baca lebih lanjut, ternyata fungsinya bisa dipakai menjadi pompa ASI, dipakai berdampingan dengan pompa manual maupun elektrik, dan bisa juga untuk menampung ASI sambil menyusui. Bentuknya seperti botol yang ada corongnya, bahannya seperti namanya yaitu Silicone. Jadi flexible dan ngga bikin payudaraku sakit, apalagi lecet.










Dan cara penggunaannya juga mudah, yaitu dengan cara ditekan bagian bawahnya, lalu pompa otomatis akan menempel dan ASI otomatis keluar. Tapi harus dicek juga secara berkala (nggak perlu sering- sering), kalau sekiranya udah berhenti menetes tinggal tekan lagi. Setelah itu, tinggal dipindahkan ke storage bag, dan kebetulan aku juga pakai produk dari Mooimom.





Cara memindahkannya juga cukup mudah. Bagian atas dari silicon breast pump aku tekan sedikit hingga membentuk corong. Kemudian dituangkan ke storage bag, dan di sealed. setelah itu masukkan kedalam freezer deh.












Personal Review Silicone Breast Pump Mooimom sebagai Pompa Asi



Sebelumnya aku mau disclaimer dulu kalau ASI ku bukan yang melimpah ruah, jadi memang aku ngga expect terlalu banyak. Sebagai percobaan pertama, aku pakai ini sebagai pengganti pompa ASI. Jadi aku coba pakai selama 30 menit sambil ngetik depan laptop. Eh, hasilnya lumayan juga. Selama 30 menit bisa dapat sekitar 20-30ml. Kalau pas lagi tiris bgt itu, aku bisa dapat 10ml. Kemudian aku sempet coba juga sambil menyusui sambil tiduran, hasilnya juga kurang lebih sama loh. Jadi kesimpulannya, karena aku agak trauma menggunakan pompa asi biasa, sepertinya aku akan lebih banyak menggunakan Silicone Breast Pump dari Mooimom, karena aku juga lebih sering Direct Breast Feeding, dibanding pumping.



Cara membersihkan Mooimom Silicone Breast Pump



Silicone breast pump dari Mooimom dapat dibersihkan dengan air bersih, di steril maupun direbus dengan air selama 3 menit saja. Dan cuci dengan menggunakan sabun khusus, bisa menggunakan sabun khusus membersihkan peralatan bayi dan boleh juga menggunakan sikat yang lembut. Dan untuk perawatan agar awet, bisa dijaga dari direct sunlight dan panas juga.



Beli Mooimom Silicone Breast Pump, yuk !



Nah buat teman- teman yang mau beli dan mengenai product knowledge lebih lanjut, bisa langsung aja cek ke websitenya Mooimom di www.mooimom.id . Untuk harganya sendiri terjangkau banget, hanya 149.000 untuk produk sebagus ini. 


Sekian dulu Review Silicone Breast Pump Mooimom dari aku, dan juga cerita tentang kelahiran Allana anakku. Buatku, silicone breast pump ini wajib dimiliki oleh Moms yg sedang breastfeeding karena aku sudah merasakan betapa membantunya Mooimom Silicone Breast Pump ini untuk menampung ASI. Semoga Review Silicone Breast Pump Mooimom ini bisa membantu teman- teman yang sedang hamil maupun yang sedang mengASIhi ya!






26 comments:

  1. Wah aku ingat banget tuh dulu gimana gak enaknya periksa bukaan sampe aku bilang ke perawatnya gak usah diperiksa-periksa, haha padahal memang begitu prosedurnya.Btw Silicone Breast Pump Mooimom ini praktis banget ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku pas periksa pertama masih oke. Pas udah ke 4x aku NANGIS πŸ˜‚πŸ˜‚ Pengalaman ga terlupakan banget ya proses melahirkan itu.

      Iya praktis dan enaknya bs dipaks smbil tiduran 😁😁

      Delete
  2. aku juga punya dong mooimom silicon ini. enak bgt dipakenya mbaa.. tinggal tempel aja ngucur sendiri..

    ReplyDelete
  3. yeeeaaay akhirnya mommy tetep bisa mengASIhi sang buah hati dengan tetap memberikan ASI, walaupun bekerja tetep ada solusi ya kak. aman jayaaaa....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kakk. Ngga ribet soalnyaa jadi bisa sambil ketak ketik telfonan hehe

      Delete
  4. SIlicon breast pump solusi banget bagi saya. Harganya sangat terjangkau, manfaatnya terasa. Tapi harus waspada jangan sampai lepas sendiri. Jarang terjadi sih, tapi ada kemungkinan juga, kalau memerahnya sambil banyak gerak. Hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya kak. Pernah sekali kejadian karena aku banyak gerak. Eh lepas. Untung ga sampe tumpah ka hehe

      Delete
  5. Congrats Tasya! Bayinya 4,6kg OMG gede ya, syukurlah terlahir sehat. Hihi ... happy breastfeeding!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, lumayan laahh gendongnya berasaa wkwkw πŸ˜‚. Makasih yaaa 😘😘

      Delete
  6. Dedekkk bayinya bikin galfok nih 😘
    Btw aku blm menikah sjh, apalagi punya bayi. Boleh deh ini dipakai nantj.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kaa bisa juga untuk kado yang habis lahiran ka. Soalnya ngebantu bgt buat yg asinya ga terlalu berlimpah, kaya aku contohnya 😁

      Delete
  7. Asyiknya ya sekarang peralatan pumping itu lebih canggih hingga kita menggunakannya nyaman ya... zaman anakku kecil sedikit sekali alat pumping yg nyaman

    ReplyDelete
  8. Barakallahu kak Tasya untuk kelahiran putri pertama yang bikin gemes. Semoga lancar terus mengASIhi dede Allana apalagi ketemu produk yang sangat memahami

    ReplyDelete
  9. Huaa ikut lega aku tu dikau lahiran caesar mom, ternyata bayinya 4,6 kg hihihi jauh banget dari prediksi yah mom hihihi.. Oo bisa buat pompa asi juga ya, iya aku kira cuma untuk tampung asi aja loh hehe.. thx infonya ya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaahh πŸ˜‚πŸ˜‚ aku sendiri juga lega. Abis gimana ya ternyata jauhh lebih besar dari perkiraan hahahah.

      Sama2 mom 😘

      Delete
  10. Waaah 4.6 kg? Gedeee banget ya.. 2xnya anak keduaku waktu lahir wkwk. Tapi dramanya hampir sama.. sama2 ketuban pecah dan bikin heboh orang serumah hehe. Aku juga lebih nyaman pakai silicone daripada pakai Pompa Asi ... Nggak sakit yaa. Btw, happy breast feeding ya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya gede bgt. Aku sendiri ya kaget pas dikasi tau huahaha πŸ˜‚πŸ˜‚.

      Iya bener pake silicone ini nyamaan bgt soalnya aku rada trauma perna lecet hehehe.

      Makasi yaa 😘

      Delete
  11. MasyaAllah gemesin bangett mbaa. Anakku jg almost 4kilo pas lahir. Lebih besar bayinya mba tasya sih. Hihi. Gemes bangeet pasti ya..
    Btw aku belum pernah pakai pompa asi katrok banget lah pokoknya. Tapi baca ini saya jadi tahu edukasinya juga dapet. Selamat mengasihi mba tasya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba jihan, bayi jumbo si Allana hahaha πŸ˜…. Aku juga kalo lg ngga ribet lbh suka DBF mba 😁😁. Terima kasih yaa 😘

      Delete
  12. Gemushhhhh mbaaa :) sehat2 ya mba...
    tapi aku dulu pakenya pompa asi dari yang elektrik sampe manual haha.. di jajal.. kadang kangen masa itu euyyy

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku malah blom pernah nyoba pompa elektrik, dr awal manual sama pake Silicone breast pump ini. Rencananya klo udah kerja kantoran lagi, mau coba yg elektrik heheh 😁😁

      Delete
  13. Kak,selamat ya,sudah melahirkan. Makasih ini reviewnya sangat membantu sekali.murah juga yah. Lengkap ya di websitenya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba produk lainnya bs liat di web nya lengkaapp hehehe

      Sama2 ya mbaa 😘

      Delete

Terima kasih sudah meninggalkan komentar! Saya membaca dan membalas semua komentar yang ditinggalkan disini. Mohon maaf, untuk komentar yang memiliki link hidup, bernada melecehkan dan mengandung unsur SARA, akan saya hapus seketika.

Powered by Blogger.